Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Monday, June 10, 2019

Miris, Jalan Padat Belakang Kel Kali Penuh dengan Sampah

Sinar Buol - Sampah yang berserakan di sekitar jalan Padat Belakang di kelurahan Kali kini semakin memprihatinkan. Padahal tertera dengan jelas papan himbauan untuk membuang sampah tepat pada kas pembuangan yang tersedia. Hal ini selain di picu kurangnya kesadaran masyarakat juga disebabkan jumlah truk pengangkut sampah yang beroperasi saat ini hanya tersisa satu dari dua truk yang dimiliki Pemda, menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Gusti A Liu.
 
Sampah yang berserakan di area jalan tentunya dapat mengganggu kenyamanan para pengguna jalan terlebih mengurangi keindahan suasana kota serta dapat mengancam kesehatan. Harapannya, pihak terkait saat ini agar lebih fokus dalam mengalokasikan dana untuk menambah jumlah truk pengangkut sampah serta kiranya masyarakat agar lebih tertib lagi dalam membuang sampah karena jelas terlihat disitu terdapat dump pembuangan sampah.


(sumber pic:Ukie Pepsie)

Sunday, December 23, 2018

Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dihimbau untuk membuat kartu asuransi nelayan


Kartu Pelaku Usaha Perikanan atau disingkat "KUSUKA" adalah kartu yang wajib dimiliki oleh setiap masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan sebagai jaminan atau asuransi jiwa pada nelayan tradisional di kabupaten Buol.

Ada beberapa pilihan asuransi yakni: Rp. 175.000 /th, Rp. 100.000/ th dan Rp. 75.000/ th. Untuk para nelayan yang ingin melakukan pengurusan kartu KUSUKA ini, agar kiranya mengunjungi kantor Dinas Perikanan setempat untuk memperoleh informasi lebih detailnya.

(Baca juga: Cara buat kartu NPWP Untuk Pekerja Lepas Secara Online)

Panjangnya antrian pengurusan BPJS, membuat masyarakat perlu bersabar

Mata Elang (nama samaran) mengaku kesal karena lambatnya pelayanan pengurusan BPJS di Buol. Ia mengeluhkan kurangnya operator pada loket di gedung BPJS dimana hanya terdapat dua loket saja, sementara jumlah masyarakat yang akan melakukan pengurusan BPJS sangat banyak. "..pelayanan operator pembuat jaminan hanyala berjumlah 2 orang sedangkan para pembuat jaminan sangatlah banyak", Mata Elang. 

Begitupun dengan Emil, ia sengaja datang pagi-pagi agar kiranya dapat ditangani dengan cepat tetapi, tetap harus menunggu antrian yang panjang. Alhasil, pihak BPJS menyarankan untuk datang keesokan harinya. 

Saat ini warga sangat membutuhkan BPJS untuk melancarkan pengurusan pengobatan namun masyarakat juga perlu bersabar karena pemerintah akan secepatnya menangani permasalahan ini khususnya dari pihak dan instansi terkait.  

(Sumber informasi: Mata Elang)

Monday, April 25, 2016

,

Buol, Termasuk Salah Satu dari 5 Kabupaten di Indonesia yang Mampu Mengeradikasi Malaria



Kabupaten Buol baru-baru ini mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 5 kabupaten di Indonesia yang mampu mengeradikasi malaria (25/15). Penghargaan berupa piagam tersebut diberikan langsung oleh Menteri kesehatan Nila Moeloek kepada Bapak Bupati Buol Amirudin Rauf dalam program "Bebas Malaria, Prestasi Bangsa" bertepatan pada hari malaria sedunia di Bengkulu. 

"Jangan mau kalah sama nyamuk, kita harus bisa eliminasi malaria," kata Moeloek, saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Malaria Sedunia, di Kabupaten Seluma, Bengkulu, Senin. Ia mengatakan, pengendalian penyakit malaria menjadi tanggung jawab bersama sehingga Indonesia bebas Malaria pada 2030.

Pemberantasan malaria hendaknya dimulai dari kebiasaan masyarakat sehari-hari untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk menjaga ekosistem hutan bakau yang menjadi "rumah" nyamuk Anopheles aegyptii.

(Sumber : Egon-Alidrus dan antaranews.com)

Tuesday, March 1, 2016

Wasapada, di Pajeko DBD semakin merajalela!


Sinar Buol - Penderita Demam Berdarah (DBD) di Pajeko, Kec. Momunu Kab. Buol dari hari kehari semakin bertambah. Mnurut Ros Mini, salah seorang wraga Pajeko, ia tiap saat menyaksikan tetangganya secara bergulir harus mendapat penanganan Rumah Sakit. "Kemarin, tetangga saya Oje, baru keluar dari rumah sakit, tapi setelah itu, ada lagi tetangga lain yang baru masuk. Sudah banyak sekali orang Pajeko yang bergantian masuk Rumah Sakit karena DBD" Mini. 

Puluhan warga Pajeko yang terkena DBD membuat warga resah. Karena kurangnya tingkat kewaspadaan ditambah cuaca buruk yang akhir-akhir ini melanda Buol membuat penyebaran DBD semakin luas dan cepat. Hal ini mendapat perhatian dari Puskesmas Momunu dan Dinas Kesehatan Buol. Bantuan berupa kelambu, cairan anti jentik-jentik dan beberapa petugas pengasapan (fogging) dikerahkan ke Pajeko untuk melakukan pengasapan disetiap rumah warga mencegah penularan nyamuk DBD. Warga dihimbau agar selalu wapada, memasang kelambu ketika tidur dan jangan lupa menambahkan cairan anti jentik-jentik di bak mandi.

Tambahan informasi, banyaknya pasien DBD di RSUD Mokoyurli juga membuat pihak rumah sakit kewalahan. Karena kurangnya fasilitas ruang inap, membuat sebagian pasien harus stay dulu di ruang UGD dan ruang Inverna.  (02/16)

Sunday, February 28, 2016

,

Komentar masyarakat tentang nama baru Rumah Sakit Buol


Sinar Buol - Senin, 27/02/16 Setelah nama "MOKOYURLI" ditetapkan sebagai nama baru RSUD Buol, banyak komentar yang berdatangan dari masyarakat Buol. Beberapa komentar tersebut ada yang menyatakan sikap setuju dan ada juga kurang setuju dengan nama baru RSUD Buol ini . Salah satu komentar yang dilontarkan oleh salah seorang warga Buol bernama Rizal melalui akun jejaring sosial Facebook miliknya ia mengatakan bahwa kata "Mokoyurli" juga mengandung makna yang artinya "Menyesatkan". 


Sebenarnya, kata "Mokoyurli" yang maksudkan adalah "menyembuhkan" bukan "menyesatkan", Disi lain, dari tata cara penulisan, kata "menyesatkan" dan "menyembuhkan" dalam bahasa Buol berbeda, yang mana "mokourli (baca: mokouri)" mengandung arti "menyesatkan" sedangkan"mokoyurli" (baca:mokoyuri) memiliki arti "menyembuhkan". Kata "Mokoyurli" yang disandingkan dengan nama rumah sakit tersebut menjadi perbincangan masyarakat, pasalnya dalam bahasa Buol, kata ini hampir memiliki kesamaan dalam penulisan dan juga pelafalan dengan kata "Mokourli".
,

Setelah adakan sayembara, ini nama Baru RSUD Buol yang terpilih

RSUD Buol, Kel. Leok II
Setelah beberapa hari diadakannya sayembara pemilihan nama untuk RSUD Buol, nama "RSUD MOKOYOURLI" keluar sebagai pemenang berdasarkan penilaian dari tim juri. Nama "MOKOYURLI" (artinya "menyembuhkan") berhasil mengalahkan 4 finalis nama terpilih lainnya, seperti "RSUD PIONOTO", "RSUD MOKOPIO", "RSUD PONGUNOMAN" dan "RSUD KALYAMOTU". 

 "Semua nama harus berkaitan dengan kesehatan, memiliki makna dan filosofi, serta tentu saja yang berkaitan erat dengan akar budaya Buol."  isi persyaratan sayembara. 

Dan para peserta sayembara penyumbang nama-nama tersebut akan diberikan hadiah oleh pihak RSUD khususnya yang masuk sebagai 5 besar dari ratusan peserta. 

Kini, belum ada kepastian kapan nama "RSUD BUOL MOKOYURLI" akan di resmikan, kita tunggu saja kapan penetapannya.